Feed on
Posts
comments

Apes!

Anjr*t!

Astaghfirullah!


Gw terhenyak, terpaku, terpana seketika…

Lah…jok motor gw…kenapa nih?

Kok…

Sobek?


 Lakn*t!

Oh My God!


Gw langsung menyebut nama Tuhan dan memaki berganti-ganti… 

Kelakuan siapa ini? Siapa eh siapa yang berani2nya menorehkan benda tajam di jok motor gw -motor gw yg lucu dan imut seperti gw!!!- yang mana berakibat dari padanya jok motor gw sobek begitu rupa? Siapaaaaaa??? (histeris)


Gosh!


Bertahun-tahun gw nge-kos…ngga pernah ngadepin yang kayak gini, 9 tahun gw malang melintang jadi anak kos, motor-motor di kos-kosan yang gw tempatin selalu baik-baik saja, ngga pernah tiba2 berubah menjadi sapi, kucing peranakan persia atau kuda lumping trus minta dikasih makan beling (ya iyalah)


Ini (sambil geleng-geleng kepala) luar biasa, benar-benar diluar kebiasaan. Itu jok, kan kalo ngga dianeh2in ngga bakal sobek, nah kalo kata naluri detektip gw…gw curiga itu entah sengaja entah tidak disilet. Gimana engga? bekas benda tajamnya sampe tembus ke busanya trus motor2 lain yang nangkring dengan manisnya disebelah motor gw, juga dalam kondisi baik-baik saja…Uooohhhhh (melenguh putus asa). Alamat gw musti cari bengkel buat ganti jok… Ooh motorku –masih ngredit bayar cicilan tiap bulan– sayang, motorku yang malang….


APES gw..APES! Huhuhuhu


Berasa
mau marah tapi sama sapa, maunya diem aja dibiarin tapi kok rasanya
pengen nabokin robocop pake bukaan kaleng (hah?!) mau emosi tapi juga
geleng2 kepala sambil ngelus dada
Duh Gusti…


Gara-gara insiden sobeknya jok motor itu, gw pergi ke pecinan beli film kungfu terus terhempas ke dunia lain
ketemu Jacky chan ma Jet lI buat ngembaliin tongkatnya si kera sakti
(ngga ding…itu ceritanya Forbidden Kingdom).
Ingatan gw melayang kebeberapa waktu yang lalu soal beberapa insiden di kos yang berkenaan dengan motor gw….Maafkan aku motorku, huhuhuhuhu, seandainya kutahu isi hatimu sejak dulu (hah?!)


Akhirnya setelah MENIMBANG -berat
badan gw ternyata masih dikisaran 38 kg- MENGINGAT  -bahwa gw ternyata
kalah saingan sama Angelina Jolie buat ngedapetin Brad Pit- (ngaco!)Gw
MEMUTUSKAN dan bertekad bulat, berhati baja, berotot kawat balung wesi (haiyaahhh) untuk melanjutkan kisah petualangan gw
sebagai anak kos - yang imut (narsis!)- buat nyari tempat kos baru yang nyaman buat gw sekaligus bersahabat buat motor gw

Ehm, ada yang punya informasi? 

Di Surabaya –katakanlah di Jawa Timur- siapa tak kenal Jawa
Pos? Koran besutan Dahlan Iskan ini begitu merajai pangsa pasar media cetak di
Jawa Timur. Siapa yang tak tahu gedung Graha Pena yang berdiri megah di Jalan
Ahmad Yani, adalah kantor tempat Jawa Pos & Grup anak2 perusahaannya
bersemayam. Media mana yang begitu intens hubungannya dengan segenap jajaran
pemerintahan, kepolisian dan berhasil menembus komunitas tionghoa di Jawa
Timur? Tentu saja jawabannya adalah Jawa Pos. Disini, Jawa Pos bukan hanya
koran, tapi lebih dari itu ia adalah sebuah gaya hidup (lifestyle) yang memuat dan
menciptakan what’s in & what’s hot.

Dengan tag line “selalu ada yang baru” koran ini buat saya
cukup punya kekuatan dalam hal inovasi. Seperti munculnya rubrik deteksi yang
menyasar anak muda untuk menciptakan keterikatan merk sejak dini, dan mempersiapkan
mereka sebagai pangsa pasar media Jawa Pos nantinya. Bahkan beberapa saat yang lalu, saat Dahlan
Iskan melakukan operasi cangkok liver di China, tiba-tiba saja muncul rubrik
harian baru yang memuat tulisan orang no 1 di Jawa Pos ini mengenai
pengalamannya menjalani proses penggantian hati tersebut.

Menurut sudut pandang
saya ini sih…ego pribadi, macam Surya Paloh yang juga suka tiba-tiba muncul di
Metro TV untuk memaparkan pendapatnya mengenai ini dan itu. But hey, what can
I say…they owned the media
. Mereka adalah pemilik media dan tentunya cukup
pintar untuk mengetahui kekuatan media massa
dalam pembentukan opini publik.

Namun sekali lagi, meski saya tidak setuju dengan model
penggunaan media oleh para pemiliknya seperti itu, tetapi saya akui rubrik
tersebut adalah cara yang brilian dalam memahami tren konsumen media yang makin
menyukai berita berbentuk feature dan bersifat entertainment. Jawa Pos paham bagaimana
cara memenuhi keinginan konsumen sekaligus memanfaatkannya sebagai branding sosok Dahlan Iskan melalui
media cetak yang dimiliknya.

Tapi sekuat apapun Jawa Pos di Jawa Timur di sekitarnya, dan
memproklamirkan diri sebagai Koran Nasional dari daerah, Jawa Pos memang belum
cukup mampu melakukan penetrasi pasar ke Jakarta. Soal kesulitan menembus area2
lain dimana koran setempat telah merajai pasar juga dialami media lainnya, sebagai
contoh harian nasional Kompas yang begitu “powerfull” menggenggam Jakarta, namun ternyata kesulitan
menembus pasar Jawa Timur dan sekitarnya. Tidak cuma Kompas, lihat saja koran Surya -grup kompas- yang
harus kembang kempis bertarung dg Jawa Pos di Surabaya. Pantas saja dulu seorang
kawan pernah berkata pada saya “Semua Koran yang mengaku Koran Nasional itu
sebenarnya Koran Lokal” kekuatannya hanya di area lokal diamana koran tersebut
berada, well in this case…I agree.

Nah…Suatu ketika saya berencana bertemu kawan yang bekerja
di Jawa Pos, sekedar informasi Koran Jawa Pos di Jakarta berganti nama menjadi
Indo Pos. Jawa Pos sendiri tetap punya biro Jakarta yang terpisah dari Indopos untuk
mensuplai berita-berita nasional.

Begitulah, saya akhirnya berangkat menuju Graha Pena di
bilangan Kebayoran Lama tempat Indo Pos
& Jawa Pos biro Jakarta berada. Ini Graha Pena ke tiga yang pernah saya temui, pertama tentu saja di Surabaya, kemudian di
Batam, dan kini saya berada di dalam taxi menemui satu lagi gedung bernama
Graha Pena.

“Pak…ke Kantor Indo Pos ya pak di Jl. Kebayoran Lama” Saya berkata
kepada pengumudi taxi, si Bapak Pun langsung mengemudi ke arah kebayoran lama. Begitu mendekati kebayoran lama, si Bapak pengemudi taxi bertanya…

“eee…mbak kantornya nanti di pinggir jalan gitu kan?”

“iya pak…”

“iya ya…kantor pos biasanya juga di pinggir jalan”

“eh anu pak…bukan kantor pos, tapi indo pos”

“iya…kayak kantor pos gitu kan mbak?”

Dang! “bukan pak…itu kantor koran”

“Koran?”

“Iya…koran indo pos”

“oohhh” kata si bapak dengan wajah bingung dan mengernyit
dahinya

…sejurus kemudian, si bapak taxi minta ijin menepi, untuk
bertanya warga dimana gerangan kantor tersebut berada…

Tapi ternyata bukan hanya saya sendiri yang mengalami hal seperti itu, karena begitu bertemu dengan kawan saya yang bekerja di Jawa Pos diapun menceritakan kisah antara adiknya, tukang ojek dan kantor Indopos/Jawa Pos.

“Mas ke kantor Jawa Pos ya” kata adiknya ke mas tukang ojek

“Apa Mas? Bakmi Japos?”

Dang!

Dan kawan saya itu berkatalah “Oalah Nis kerjaanku…kalah sama Bakmi Japos”

Percakapan di Bakoel Koffie

Akhirnya saat itu tiba juga. -selagi kau masih di Indonesia- Kita harus bicara. Soal apa
yang tidak lagi kita punya.

Kamu : Barangkali aku
harus mempertimbangkan lagi apakah kamu layak dicintai
Saya : Memicingkan
mata dengan seluruh bahasa tubuh yg mengatakan “hah?!”

Kamu : Padahal aku
telah memberi kamu kebebasan yang begitu besar
Hati saya seketika berkata: how can u give something that
you never even have it? My freedom belong to me dear…it always be…past,
present, future.

Kamu : Aku telah kalah oleh Jakarta… kamu berubah…
Saya : What the…

Kamu : Makasih buat
kenangannya selama ini…mmm tapi bull sh*t!
Saya : …

Barangkali ini memang soal a bullsh*t thing called love. Dulu
saya mencintai kamu, sekarang barangkali masih menyanyangi kamu, namun saya memutuskan
pergi dengan alasan2 yang membuat saya memilih untuk tidak kembali. Saya telah
mengatakan dengan jelas kepadamu berbulan-bulan yang lalu, akan tetapi tampaknya –yang semestinya juga
saya menyadarinya- kamu begitu keras kepala dan tidak mau menyerah -saya akui
itu luar biasa- tapi kadang-kadang
kegigihanmu berada pada tempat yang tidak semestinya, dan membuatmu begitu…bebal.

Benar ini akan mengorbankan
4 tahun kebersamaan yang tidak sekejap mata. Betul kita telah mengorbankan
banyak hal untuk relasi ini, tapi ini bukan lagi soal pengorbanan, ini soal
bagaimana menjalani hidup jauh kedepan… Karena bersamamu saya hidup untuk
saat ini, saya tak bisa melangkah keluar, tidak bisa berlari berloncatan dari
masa depan ke masa lalu, dari kehidupan sekarang ke arah yang berlawanan dan
kemana saja. saya menjadi terikat pada satu sisi waktu… terhenti pada satu
Nisa dimana lapis-lapis diri saya yang lain mengabur…

Kamu : Terima kasih, tapi itu katamu, you can say
whatever you want

Lalu saya, dalam
percakapan ditemani segelas cokelat hangat itu pun membalikkan semua kata-kata
dan pembelaanmu. Begitu kau mengatakan saya membangun pertahanan yang
tinggi dan enggan membuka diri

Saya : Memangnya kamu tak begitu? Kamu tak mau
dengar saya berkata apa, itu juga sama kan?

But my dear…apa yang begini ini masih
bisa disebut relasi?

Barangkali tidak hanya kamu yang melukai saya, tapi saya juga
telah melukai dirimu. I apologize for that… Hanya saja saat ini sepertinya kita berdua
sama-sama terluka, lalu saya dan kamu sama-sama tak mau membuka telinga, kita berubah
menjadi manusia-manusia keras kepala. And we both d*mn good at it!

Di Bakoel Koffie, segelas coklat hangat itu terasa begitu getir…barangkali karamel hangatmu juga begitu. Because we know, it’s all about something that we no longer have…

Alienasi

Tak disangka saya jadi teringat kata: Alienasi. Rasa-rasanya pertama kali bertemu kata ini saat sedang duduk manis di kelas "Psikologi Komunikasi" membaca buku karangan Jalaluddin Rahmat berjudul persis sama dengan nama mata kuliah yang saya ikuti. Kali itu saya sedang membolik-balik halaman soal penelitian Dr. Zimbago, sebuah eksperimen yang bisa dikatakan cukup unik dan ‘nyeleneh’.

Dr. Zimbago meletakkan sebuah mobil mogok dengan kap terbuka di
dua tempat di USA. Yang pertama di daerah perkotaan Bronx dan yang kedua di
pedesaan Palo Alto. Apa yang kemudian terjadi? Marilah kita tengok kondisi mobil yang ditinggalkan di Bronx, belum 24 jam berlalu kendaraan itu sudah mulai "dilepas" satu per satu. Pelek ban, kaca spionnya hingga peralatan audio mobil tersebut tidak lagi berada di tempatnya semula. Keesokan harinya kondisi kendaraan itu makin memprihatinkan, kaca jendelanya pecah dan bodi mobil penuh dengan semprotan cat.

Bagaimana dengan nasib kendaraan kedua? Berbeda 180 derajat dengan rekan sejawatnya di Bronx. Meski sudah seminggu berada di daerah itu, namun mobil yang ditinggalkan untuk percobaan Dr. Zimbago tersebut nyaris tanpa perubahan apapun. Satu-satunya yang berbeda dari mobil tersebut adalah kondisi bahwa kap mobil yang awalnya terbuka kini tertutup karena saat hujan turun salah seorang
penduduk Palo Alto berlari menuju mobil itu dan menutup kap mobil agar
mesin mobil tersebut tidak basah oleh air hujan.

Dari hasil penelitian tersebut Dr. Zimbago menyimpulkan bahwa orang kota ternyata lebih
agresif dari orang desa. Kecenderungan perilaku agresif ini dalam sudut pandang Dr. Zimbargo dikarenakan mereka ter-"alienasi" oleh kondisi sekitarnya. Suatu
keadaan mental manusia yang ditandai oleh perasaan keterasingan
terhadap segala hal atau sesuatu; sesama manusia, alam, lingkungan,
tuhan, bahkan terasing terhadap dirinya sendiri.

Alienasi pada masyarakat perkotaan ini terjadi akibat menipisnya interaksi antar individu di dalamnya. Ini bukan soal frekuensi pertemuan, sama sekali tidak, penduduk di
perkotaan mereka sering bertemu satu sama lain tapi tidak pernah saling mengenal, karena hubungan yang terjadi antar mereka lebih didasarkan pada interaksi formal. Ini berbeda
dengan yang terjadi pada penduduk di desa, mereka saling berhubungan dan
membangun interaksi yang lebih personal.

Sebenarnya ingatan saya soal alienasi dipicu oleh percakapan sederhana dengan seorang teman dari teman kos saya. Awalnya basa-basi sopan mengenai kerasan tidaknya tinggal di Jakarta, lalu berlanjut soal dia lebih memilih hidup di Semarang daripada di Jakarta, alasannya? tak lain dan tak bukan ya soal interaksi itu tadi…

"Loh emang kenapa mas?" tanya saya
"Lebih banyak teman di Semarang, di Jakarta bukannya ngga kenal banyak orang, kenal.. tapi yang benar-benar teman ngga banyak, lebih sering ya..seperti ini maen ke tempat teman dari Semarang yang ternyata juga kerja di Jakarta"
"…"

Suatu ketika seorang teman juga pernah memasang status di Yahoo Massager-nya soal kesendirian dan keterasingan "the ultimate torture could happened to a man is trough solitude and loneliness"

Barangkali tidak sedikit orang yang begitu ter-alienasi di kota ini.

Barangkali juga saya

Bagaimana dengan anda?

Meleng, Oleng dan Magnet

Kadang gw suka
ngeri sendiri kalo liat gaya gw jalan.

Yang pertama:
Meleng!

Yang Kedua: Oleng!

Gw suka tiba-tiba
aja jalan meleng nabrak orang, nabrak kaca, kesandung meja, hadduuuhhh. Yang terkahir
terjadi kemaren malam. Gara2 maw nyapain rombongan si Raymond yang lagi asik
makan di gondangdia, eh lagi hebohnya kissbye genit2mata dikedip2in ala mini
mouse gitu  ada angin tapi ngga ada hujan
tiba2  didepan gw nongol orang tinggi
besar potongan cepak pake kaos loreng2 militer pasang muka serem gara2 gw
tabrak…huaaaaaaaa buset, gw cuman pasang tampang nyengir kuda selebar2nya
sambil bilang maap..maap lalu segera berlalu dari situ. Ngeri mak…ngeri! Semetara
itu gw dengan suksesnya jadi bahan ketawaan Raymond dan rombongan, oh nasib!

Padahal tadi
paginya, di lokasi yang sama: Gondangdia. Waktu gw jalan melenggang bak
peragawati menuju kantor sambil mikirin si gebetan (cieee) diundakan tangga
yang tak terlalu tinggi, hampir aja gw pose kayang. Bayangin pose kayang di
stasiun gondangdia, nggak banget kan?? Kayaknya emang hari itu hari apes gw
deh, kenapa coba gw menginjak anak tangga yang kebetulan licin? Bikin
terpeleset pastinya dan badan gw lagnsung oleng! Untung aja tangan gw yang satu
langsung megang meja yang ada depan gw, tangan gw satunya menopang tubuh ke
belakang, satu kaki tertarik jauh kedepan, satu kaki lagi dalam posisi terlipat. Tawa bapak dan mas-mas ojek yang lagi mangkal di stasiun segera mengegema gara2
pose gw yang aneh bin  ajaib itu. Gw cuma bisa think
positif aja, pahala..pahala…gw bisa bikin orang ketawa pagi2 di bulan ramadhan
yang suci, semoga surga balasannya, amin.

Oke nisa,
tenang…tarik nafas…hembuskan…tarik nafas…hembuskan (gitu aja berulang2)
lalu berdiri perlahan dan berjalan melenggang seolah tidak terjadi apa-apa, I keep
telling myself "it’s normal…it’s normal" mirip film kartun saat ada dua
karakter aneh mengadakan percobaan pembuatan
senjata untuk menguasai dunia, lalu tiba2 ramuan2nya meletup2 dan menimbulkan
goncangan hebat lantas satu tokohnya berucap
"it’s normal dear, everything is OK" lalu begitu gedung laboratoriumnya mulai runtuh satu persatu juga ngomong "it’s normal dear, everything is OK" sampe gedungnya abis rata dengan tanah, dan dua karakter
aneh tadi berlumur jelaga item dan tertutup
debu tebal tetep aja bilang
"it’s normal dear, everything is OK", huaaaa
normal dari hongkong???

Gw melanjutkan
perjalanan sambil melantunkan doa dan puja-puji dalam hati berharap moga2 tadi ngga
ada yang inget muka gw yang lucu imut dan menggemaskan ini…moga2 mereka
terkena amnesia mendadak dan ingatan jangka pendek soal seorang cewek berpose
kayang di stasiun gondangdia terhapuskan….Gw berharap dengan sepenuh hati,
karena ini berkitan dengan masa depan dan karir gw yang cemerlang… masa nanti
pas gw jadi artis tenar, tiba2 si bapak ojek tiba2 teringat, wah artis itu kan yang
dulu terpeleset hampir pose kayang di stasiun gondangdia? hmmm ini jelas bukan  publisitas yang diharapkan hehehe =P

Soal meleng dan
oleng ini memang gw jagonya, pernah juga tiba2 gw menatap langit2 ruang di
timezone surabaya plaza, gara2 kepleset. Asik-asiknya jalan, tiba2 gubrakkk,
loh kok gw jadi ngilatin langit2?? Dan benar
saja gw jatuh sempurna dengan posisi terlentang. Jangan tanya gw diketawain ato
nggak…pokoknya jangan! Aib…aib…ya
jelaslah gw diketawain, temen2 gw yang jalan bareng aja ngga nulungin malah
ketawa ngga berhenti ngeliat gw, hantu!!!!!

Kali lain gw
jalan meleng nabrak mobil yang lagi berhenti, natap pintu, kesandung box
kardus, meja, kursi, kejedot jendela, hhhh…. kayaknya badan gw mengandung magnet
bumi alamiah yang mempunyai daya tarik
terhadap benda-benda lainnya, hmm…seandainya magnet ini berfungsi baik
terhadap Brad Pit ato gebetan gw, pastinya gw bahagia tiada tara (menatap
menerawang sambil berkaca-kaca…) hahahahha ;D

Soal Senja dan Seno Gumira

Barangkali memang
ada keterikatan tersendiri antara Seno Gumira dan Senja. Seperti saat ini,
ketika saya sedang menikmati novelnya berjudul Negeri Senja.  Ini kali keberapa saya melihat senja hadir
dalam karyanya. Senja yang bergelimang cahaya keemasan sekaligus menimbulkan suasana
menekan serta rasa was-was akan kehilangan saat nanti matahari tenggelam. Senja
yang dalam kisahnya selalu tampak menawan meski terkadang penuh perasaan rawan.

Senja kali ini
belum benar-benar saya selesaikan. Toh novel yang berkisah tentang negeri senja
ini memang bertutur soal negeri dimana senja selalu menggantung dan matahari
enggan terbenam dalam genangan cahayanya yang menyilaukan. Senja akan selalu
tertahan di benang cakrawala, tak perlu terburu-buru, tak ada lagi senja yang
harus diburu, dan semoga meninggalkan saya sedikit alasan untuk berlama-lama
dan tidak segera mengembalikan novel pada si empunya… haha =P

Menikmati senja
Seno Gumira, buat saya adalah mengizinkan waktu berjalan perlahan. Agar setiap
kata-katanya mengalir tenang, menelusup dalam diam dan memabukkan. Layaknya
sebuah ciuman kekasih yang hadir penuh kelembutan lalu semakin dalam dan menggetarkan.

Ada sesuatu dalam kisahnya yang selalu membuat perasaan menjadi tidak aman,
timbul tenggelam dan samar. Sesuatu yang membuat saya seketika terpana ketika mengikuti
imajinasinya dalam rangkaian kata yang membuat peristiwa tampak begitu sempurna
memesona.

Kiranya cukuplah saya larut dalam gaya bahasanya yang begitu mendayu sendu namun menyimpan kekuatan maha dahsyat saat mengalun kisah. Sekarang saya hanya ingin terhayut dalam sepotong
senja, senja seorang Seno Gumira, perkenankanlah saya luruh dalam cinta…

Apa rasanya berbuka puasa bersama mantan pacar, lebih
spesifik lagi pacar pertama, lebih spesifik lagi yang gw putus karena gw
berselingkuh dgn lelaki lain? Hehe. Dan inilah yang gw lakukan saat weekend
kemaren, melewati hari menjalani pertanyaan tersebut.

Hasil dari pertemuan itu, ternyata gw menemukan tempat tahu
telor yang enak (ngga nyambung! haha) dan tempat itu adalah Sate khas Senayan
di Jl Kebon Sirih. Gw kira cuma satenya aja yang rasanya istimewa lembutnya (waktu
itu gw kebetulan pesen sate sampler, biar bisa mencicipi cita rasa seluruh
satenya mulai dari sate ayam, kambing dan sapi) tetapi begitu mencoba menu yang
ini, tentu saja atas rekomedasi mantan pacar, lebih spesifik lagi pacar
pertama, lebih spesifik lagi yang gw putus karena gw berselingkuh dgn lelaki
lain, ternyata memang rasanya mak nyusss! (refer to: tahu telornya ya bukan selingkuhnya
=P) and owww… you should try ginger tea-nya, biasanya gw nggak suka jahe dalam
segala bentuk, but this one definitely worth to try :D

Jadi begitulah, pembicaraan mengalir begitu saja diantara tahu
telor, sate dan teh jahe. Membicarakan kawan lama, sampai kawan baru, dari
hal-hal ngga penting soal uban dan warna rambut sampe soal perkembangan
telekomunikasi di Indonesia serta kelangsungan berbangsa dan bernegara (hah?!)

Buat gw, sebenarnya hubungan gw ama mantan pacar, -lebih
spesifik lagi pacar pertama, lebih spesifik yang gw putus karena gw berselingkuh dgn lelaki
lain- :D bisa dibilang amazing, mengingat
apa yang pernah terjadi 4 tahun yang lalu. Dimana pada kala itu bukanlah sebuah
akhir yang indah bagi sebuah relasi. Tapi ternyata waktu berlalu, masing2 dari
kami menjalani kehidupan sendiri2 hingga kini bertemu lagi dengan sosok yang
jauh berbeda dengan bertahun2 yang lalu.

Dan ini bukan suatu hal yang terbayangkan sebelumnya. Ada
masa-masa dimana kami tidak saling menyapa, saat luka yang tertoreh masih
begitu terbuka. Haha. Tapi sekarang
semua perbincangan berajalan apa adanya, sederhana dan mengena. Bertukar kisah
soal gebetan baru masing2 jadi hal yang
lumrah dan biasa. Pencapaian luar biasa
untuk empat tahun perjalanan kita. Bukan begitu? Let’s cheers.. Ditengah tahu
telor, sate dan teh jahe….We’re doing doing great daaaggghhliiinngggg…. we’re
doing great…. =P

Bersama Pembalap Robert

Beberapa hari yang lalu gw upload foto baru untuk profil gw,
judul fotonya persis sama dengan judul postingan blog gw kali ini. "Bersama
pembalap Robert". Foto ini diambil di Sentul saat si Robert -kekasih Ebi- meraih
juara kedua untuk lomba balap mobil yang diikutinya. Drag race, kalo ngga salah
kelas 17 detik ya…selamat ya Bet…

Sebenarnya ini kali pertama gw ke Sentul, dan semuanya
berawal dari pernikahan mbak Wina. Paginya sebelum berangkat ke kawinan mbak wina…nurul,
ari dan gw menerima undangan si Eby yang ngajakin berangkat nonton Robert (Bet,
ya ampun jadi tontonan nih…hihihih), yah gw okein dunk, secara belum pernah ke sentul gitu, lagian kata orang there
always be the first time for everything, dan gw merasa ini pasti menarik.

So… beginilah skenarionya, dari kos berangkat ke kawinan
pakai rok melambai2 (itu rok yang gw pake di foto dg caption: dress code black),
begitu selese kawinan langsung ganti jean + kaos… (Bouw… maw ke sentul pake
terusan rok gitu?? yang bener aja, hahahaha).

Dari pernikahan mbak Wina, Eby langsung tancap gas di jalan
tol menuju sirkuit sentul, tentunya membawa kami sebagai muatan, heheheheeh, namun
apa daya ternyata waktu tidak juga terkejar, begitu nyampe disana si Robert
sudah selesai berlaga (cieee berlaga). Akhirnya kami malah nonton mobil yang srempetan
di luar sirkuit, waktu pengetesan di area belakang, ngeri juga ya…bisa ampe
penyok berat begitu…

Tapi kalo dipikir2 emang karena kecepatan tinggi sih, jadi
begitu menghantam dikit, wuaahhh efeknya luar biasa…gw jadi inget guru fisika SMA
gw yang pernah bilang kalo ada mobil yang melaju kencang terkena lemparan
kerikil kecil bisa jadi efeknya sangat berbeda dibanding kalo mobil tersebut
dalam keadaan diam…(nah berhubung ini pelajaran fisika, jangan tanya penjelasan
selanjutnya, karena pastinya gw tidak sedang menyimak, heheheheeheh)

Aniway kembali ke Robert, soal kelihaiannya mengemudi memang
tidak diragukan lagi…kalau ngebut mantap euy! ini terbukti saat beberapa waktu
yang lalu pulang dari dufan. Waktu itu ada tiga mobil yang berjalan beriringan.
Mobil paling depan tentunya mobil yang dihuni manager divisi dan senior2, mobil
kedua masih dihuni senior tapi banyak juga juniornya, nah mobil ketiga isinya
yang junior2 dengan Robert dibalik kemudi.

Nah begitu nyampe di tol, entah bagaimana , mobil tiga dimana kami para mt yang lucu imut dan menggemaskan ini bersemayam (hah, sempet2nya narsis?!) tertinggal jauh dengan mobil2 lainnya. Akhirnya Robert pun segera beraksi dengan kecepatan tinggi, mobil
keduapun tersusul, ya udah Bet… susul aja mobil pertama, biar kita persis dibelakangnya. Kan yang tahu
maw makan malam dimana cuman penghuni mobil satu, mobil dua dan tiga cuma ngikut.
Begitulah, dan hanya butuh waktu singkat untuk mengejar mengejar mobil si
manager divisi,  Robert melaju kencang namun tetap tenang dan pasti di jalan Tol, tapi… sejurus kemudian…

Lho…lho Bet?!

Eh Mobilnya…mobil si mas Andy kelewatan, Bet…itu…itu…

Pelan Bet…Pelan…Mundur…Bet…Mundur…

"Hah?!Mundur?!"

Lagi Suka Mengutip

Bermain ke blog Raditya Dika memang bukan hal yang tidak disengaja. Ini adalah suatu kesengajaan di tengah jam kerja kantor (lho?!) hehe.  Mengapa? Coz I find both, his blog and book quite entertaining :D

Benar. Raditya Dika adalah seorang blogger, yang kemudian beberapa dari tulisan blognya dibukukan menjadi "Kambing Jantan: Sebuah catatan harian pelajar bodoh" "Cinta Brontosaurus" dan buku terbarunya -yang mana saya belum sempat membacanya- "Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa".

Terkadang membaca tulisan Dika kita akan dibawa tertawa berderai dalam kisah2nya yang barangkali kejadian yang biasa terjadi sehari-hari namun ditanggapi dengan cara yang luar biasa ajaib. Tetapi membaca tulisan Dika juga kadang adalah sebuah perjalanan perenungan yang dalam, kontemplatif. Tidak melulu soal tertawa, atau membuat segalanya menjadi humor yang menghibur, tapi ada kalanya adalah refleksi pemikiran, perasaan, kondisi realita yang mengajak kita juga membaca kemasan tawa dan segala hal serius lainnya sebagai satu kesatuan yang terkadang bersinergi, membangun suatu pribadi yang utuh, membuat saya memahami betapa ternyata lapisan2 dari pribadi sayalah yang membuat saya menjadi sebuah satu kesatuan. hhahaaahahah. believe it or not?! it’s defenitely a serrious effect from a tiny little book which will make you lough all the way when you read it :) But hey… the effect may vary depend on lah…. :D ini memang efek yang bersifat personal, bukankah terkadang kesadaran menghantam dengan cara yang tiada dinyana tiada diduga, hihihihihi

Coba saja kunjungi situsnya di www.kambingjantan.com seperti yang kerap saya lakukan saat membutuhkan hiburan atau hampir mati kebosanan, heehheeh. Aniway sepertinya saya sedang keranjingan mengutip nih, beberapa waktu yang lalu saya mengutip kisah dari tulisan2 Paulo Coelho. Kali ini saya akan mengutip puisi Sapardi Djoko Darmono dari blog Raditya Dika, saat dia sedang membahas penulis favoritnya ini.

Temanya sepertinya cucok dengan bulan puasa, saat semestinya kita (untuk menghaluskan dan setengah mati tidak berkata: saya) makin tidak menghindar dari-Nya :)

SAJAK-SAJAK KECIL TENTANG CINTA

-Sapardi Djoko Darmono-

/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku

Menurut gw ini salah satu cerita yang kalau gw baca membekas di hati. Secara tak sengaja saat mengunjungi situs gramedia, gw menemukan
artikel berjudul Friday with Coelho. Bisa dibilang Paulo Coelho salah satu penulis favorit gw, tulisannya begitu sejuk dan menenangkan hati. Meski yang gw baca novel terjemahannya (welll…kalo novel terjemahan ya jangan diharap bahasanya seindah aslinya) tapi gw mengagumi alur ceritanya, makna yang tersimpan dibalik peristiwa yang dituliskannya. Seperti  novelnya berjudul "Sang Alkemis", sebuah novel spiritual
tentang perwujudan legenda pribadi. Buat gw novel ini benar2 inspirational, you should read it sometimes…Barangkali untuk postingan mendatang, gw bakal
mengulas lebih jauh soal Sang Alkemis, tapi untuk sekarang gw akan mengutip cerita dalam artikel itu dulu ya…   

Bilang aja gw idealis, terlalu mendramatisir kisah-kisah
romantis ato yang semacamnya, tapi buat gw cerita ini entah kenapa menyentuh
banget… secara mungkin gw sedang dalam pencarian belahan jiwa gw yang entah
berada dimana, seseorang yang akan membuatku berkata “akhirnya ku menemukanmu”,
pasangan sejati yang bakal jadi penjaga hati  ( hiyaaaa gubraaakkkk). Anyway here the story goes…hope you all enjoy it…

 

Menurut Taois, pada awal mulanya Roh dan Materi bertarung
sengit, Akhirnya Roh menang, dan Materi dipaksa hidup di perut Bumi untuk
selamanya. Namun sebelum masuk ke dalam Bumi, kepalanya terantuk langit, dan
langit yang penuh bintang pun hancur berantakan.

 
Dewi Niuka muncul dari dalam laut dengan baju perisai apinya
yang megah. Dia merebus warna-warna pelangi di dalam panci besar, kemudian
dikembalikannya bintang-bintang ke tempat mereka semula. Namun, ia tidak
berhasil menemukan dua potongan kecil langit dan langitpun tidak sempurna lagi.

 
Demikian asal muasal cinta: dua jiwa yang senantiasa
berkelana di bumi, mencari bagiannya yang hilang. Ketika mereka bertemu, mereka
menyempurnakan dua bagian yang hilang itu di langit, dan seluruh Alam Semesta
pun sempurnalah…

 

« Newer Posts - Older Posts »