Membunuh Waktu
August 19, 2008 by nisaika
Malam itu saya terjebak di kantor.
Bukan lantaran pekerjaan, tapi lebih pada kebiasaan masyarakat kita yang suka menutup jalan dengan mengusung alasan sedang berlangsung kegiatan warga. Seringkali karena acara kawinan, kali lain karena selamatan atau seperti yang sekarang sedang menimpa saya, adalah kegiatan bazaar 17-an.
Warga sekitar kos saya nampaknya sedang antusias bersiap memperingati hari kemedekaan. Minggu lalu digelar beragam lomba anak-anak, selanjutnya mulai senin kemarin jalan di depan kos ditutup dan disulap menjadi arena bak pasar malam. Lengkap dengan wahana permaian memancing berisi ikan karet, stand peralatan rumah tangga, dari daster hingga panci dan aksesoris rambut 5000 dapet tiga biji, penjual jajanan tempura, kue cucur, dan lain sebagainya.
Walhasil, saya memilih untuk tinggal diam di kantor, hingga larut malam. Demi motor mio putih kesayangan saya, yang bila saya pulang sekarang, tidak akan berhasil melewati jalan masuk ke kos. Tentunya ini bukan tanpa resiko, karena ini berarti saya harus mencari kegiatan untuk mengisi waktu luang dan membunuh waktu sampai nanti jam 10 malam
Hmmm….saya melangkah ke Gramedia yang kebetulan satu lantai dengan kantor saya, bosan disitu saya kembali lagi ke arah cubicle, belum saya sempat duduk, rekan cubicle saya mengajak makan malam soto ayam. Baiklah, makan soto pun jadi, menikmati semangkuk soto ayam, bertabur koya, ditemani kerupuk udang dan teh hangat pun menjadi kegiatan saya beberapa waktu berikutnya
Lepas itu saya beranjak kembali ke kantor, ditengah jalan tawaran menarik menghampiri, nonton pertunjukan komedi musikal miss kadaluarsa, saya pun mengiyakan, lha wong gratis. Masa ditolak? Oleh kenalan saya itu pun saya disusupkan disalah satu kursi VIP, hiihihihihi, makasi ya pak…
Sebenarnya jarang2 saya menonton secara langsung pementasan seperti ini. Seingat saya, terakhir kali waktu itu menonton pertunjukan balet Swan Lake di gedung cak Durasim. Itu pun sudah beberapa tahun yang lalu. Aniway balik lagi ke miss kadaluarsa (untuk informasi lebih lengkap bisa diakses disini) pementasan ini adalah perpaduan antara tari, drama dan komedi I must say it’s quite entertaining. Terutama penampilan Tika Panggabean & (apa lagi) Sarah Sechan yang buat saya terlihat sangat relax dan natural membawakan peran masing-masing sepanjang pertunjukan.
Begitu waktu menunjukkan pukul 21.30 saya pun beranjak pergi ditengah break pertunjukan miss Kadaluarsa. Pementasan belum berakhir memang, tapi saya terdorong melangkah ke kantor untuk bersiap pulang. Apa lacur sepertinya takdir berkata lain, tak membawa saya pulang namun malah mempertemukan saya dengan teman cubicle saya, dan senior dari sister company yang menyeret saya dalam pembicaraan mendalam soal terjebak dalam comfort zone alias zona nyaman.
Percakapan malam hari yang cukup aneh tetapi memang menjadi bahasan yang menarik. Tak terasa hampir mendekati tengah malam, sayapun pamit undur diri. Agar tak menjadi semacam cinderella yang tergesa dan meninggalkan sebelah sepatunya, saat jam menunjukkan pukul 12.00 malam. Kiliing time ini berakhir sudah, bahkan tak diduga tak dinyana melewati batas waktunya….
Di jalanan kota yang sepi malam itu saya memacu mio saya dengan kecepatan tinggi. Saat saya tiba di kos, bazar di depan kos benar2 telah usai, jalanan lengang, dan saya bersama mio putih saya melenggang aman dan damai.
Malam itu kiranya saya bisa berkata…
saya puas membunuh waktu