Journey to Solo (part One) : Keberangkatan yang Mendebarkan
August 25, 2008 by nisaika
Gw suka liat tanggal merah, hehehe.
Ya udah gw merahin aja tuh tanggalan semua pake spidol, hehehhehe, ya ngga lah.
Gw suka liat tanggal merah, karena berarti liburan! Nah sama kasusnya waktu liat tanggal 18 agustus adalah tanggal merah. Merah bouw! Merah, auuu! *kalap* hihihihi Gw yang lagi desperate banget buat berlibur segera menyusun rencana2 tamasya keliling dunia *obsesi yang belum kesampaian*. Baiklah every journey started with one little step. Dan kali ini langkah pertama gw adalah Jawa Tengah. Gw akan pergi ke Solo, sekaligus Jogja, cihuy!
Masalahnya gw kehabisan tiket kereta.Gedubrak!
Berhubung long weekend, kayaknya manusia2 seluruh indonesia pada berbondong2 pesen tiket kereta buat liburan. Kampr*t! Baiklah Nisa, perjuangan terus berlanjut, gw dan Dyah (partner gw berangkat ke Solo, sekaligus guide gw, secara dia tinggal di Solo gitu) terus berunding bagaimana caranya tiket harus bisa diraih, mujur harus datang tanpa diundang.
Caranya adalah: Rayu.
Betul, disaat-saat kepepet seperti ini harus pandai merayu. Gw dan Dyah merayu seorang teman di Jogja, dan entahlah teman gw di Jogja itu merayu siapa (lebih baik tutup mata, dan tidak tahu, huahahahahahaah). Dari hasil rayu-merayu itu, teman di Jogja berhasil mendapatkan tiket untuk kami kereta pulang ke Surabaya (gw sebenarnya rada curiga kalo temen gw itu calo tiket, peace bro…hihihihihi, thanks ya tiketnya), walaupun itu berarti gw dan Dyah harus stand by di stasiun Solo dini hari karena KA Mutiara Selatan berangkat jam 2 pagi dari Solo.
Nah tiket pulang sudah di tangan
persoalannya sekarang berarti tinggal bagaimana berangkatnya? Haiyah. Glodak!
Bagoeeeessss Nis, bisa pulang ngga bisa berangkat, gyahahaha.
Tapi gw nyampe juga tuh di Solo, dini hari jam 1 pagi, dengan mata merem melek, turun dari bis patas sambil menggandeng Matt Damon *sambit sepatu ukuran 36/37* *nisa terima sambitan sepatu, sambil bilang makasih…makasih…nyambitnya sepasang ya bouw, hehehehe*
Matt Damon? ngimpiiii kali, yang ada juga Dyah yang begitu bangun langsung syok
“Loh kok sudah disini??? Waduh!”
Gw bengong “hah?!”
“Kelewat, mestinya kita turun disana tadi”
Dueeennggg!
Begitulah, dini hari jam 1 pagi mendaratkan kaki untuk pertama kali di Solo, dan salah pula turun di jalan *geleng2 pala* Hahahaha. Benar2 tamasya yg luar biasa ;D