Buat kawan saya, mas Oji, tempat parkir adalah salah satu rahasia Tuhan
Ini terlontar saat dia hampir ½ jam berputar-putar di parkiran Tunjungan Plaza - TP sekedar mencari tempat kosong untuk memarkirkan mobilnya. Saat itu, dia yang sepertinya sudah kepalang jengkel berkata pada Uyung, kawan saya yang lain:
“kamu tahu Yung, ada 4 hal yang menjadi rahasia Tuhan”
“yang pertama adalah kelahiran”
“yang kedua kematian”
“yang ketiga jodoh”
“dan yang keempat adalah parkiran kosong di TP waktu malam minggu”
Hahahaha. Dan begitulah kisah 4 rahasia Tuhan itu akhirnya bergulir menjadi cerita diantara kami, yang bisa sewaktu waktu diperbincangkan sambil mengingat masa lalu.
Aniway soal tempat parkir, saya yakin sebagai pengendara kendaraan bermotor anda pasti tidak asing lagi dengan tempat yang satu ini. Saya misalnya, bahkan memiliki memori tersendiri untuk lokasi parkiran berkenaan dengan beberapa kejadian yang pernah saya alami disana.
- Yang tertinggal adalah: saya
Saya pernah tertinggal di parkiran.
Tepatnya di pelataran parkiran Supermarket Bonet. Mila kawan saya yang mengemudi motor, saya membonceng manis *iya, saya memang manis, xixixixixi* *sambit sendal biar nyadar* dibelakang. Tapi belum juga saya naik, kaki saya baru membuka footstep (pijakan kaki untuk penumpang dibelakang). Mila sudah melaju dengan motornya.
Saya Terperangah…
“Mil…woiii!! Mill!!”
Mila tak juga menoleh. Terus melaju kencang dan hilang di tikungan.
Saya terdiam. Mengerjapkan mata tak percaya. Dan di pelataran parkir itu saya menunggu.
Menunggu
Menunggu
Hingga Mila datang kembali dan tersenyum lebar, bersamaan juga saya yang tertawa melihat wajahnya.
“Pantesan aku ajakin ngomong kok diem aja… eh begitu nengok kebelakang kok ngga ada orangnya… kamu sih ringan banget…udah naek apa belum ngga kerasa…”
Gyahahahahahah. Gelak tawa saya menyembur diantara rentetan ucapan kawan saya, si Mila
Moral cerita: saya memang manis *hehehehe* lho?! hahahahaha
- Perangkat penting itu bernama: helm
Helm adalah perangkat penting saat mengendarai motor.
Sialnya saya pernah bermasalah dengan helm saat meninggalkan motor saya di parkiran Delta Plaza. Saat itu saya kembali dari Delta dengan sekantung belanjaan, menuju parkiran motor. Dan berdiri di depan Mio putih saya tercinta dengan perasaan resah.
Perasaan saya tidak enak. Seperti ada yang salah.
Saya menatap ke arah spion tempat saya meletakkan helm.
Spion masih ditempatnya. Dua-duanya oke. Baiklah sekarang helm…
Nah…Helm…
Anjr*t. Hantu blau. Belalang tempur!
H e l m n y a . . . K o k . . . n d a k a d a ?
Lho, helmnya kemanaaaaaaaa?!
Wah….kampret nih… Helm saya ilang…Ilang!
Tarik nafas tenang. Saya melirik helm yang digantung dibawah jok
Helm biru semoga kau masih disana…
Tinggal engkau satu-satunya harapan yang tersisa
Fiuh …syukurlah…masih ada! Untung saja saat itu, saya sedang membawa 2 helm, jadi tidak terlalu kebingungan untuk menempuh perjalanan pulang. Coba kalo cuman satu, dimana saya –yg imut lucu & menggemaskan ini- *haiyah* musti beli helm malam-malam begitu?
Moral cerita: wahai kau pencuri helm gw di parkiran Delta, semoga hidup elu dianugerahi kecukupan helm 7 turunan… kalo perlu sampe 8 tikungan, 9 tanjakan, 10 kelokan sekalian, heuheuheuheu
- Motorpun bisa : Berguling
Motor memang bisa berguling.
Anda tidak percaya? Saya pernah mengalaminya.
Suatu ketika di siang hari yang terik dan panas saya pergi bersama Dyah ke Tunjungan Plaza. Tujuannya tentu saja meng-adem-kan diri dari suhu surabaya yang akhir-akhir ini menggila. Dan TP menjadi pilihan yang menarik karena bisa berjalan-jalan dalam gedung yang berpendingan, sepuasnya hihihihihhi
Sampai di area parkir motor TP, di tengah parkiran yang panas kering kerontang itu, diantara hamparan sepeda motor itu, insiden ini terjadi. Footstep motor yang kami naiki, di tikungan secara tidak sengaja tidak dinyana, menyenggol sebuah motor yang terparkir manis
Padahal…
Hanya sebuah senggolan yang pelan
Sebuah sentuhan yang tidak kencang, hanya pelan, itu saja…
Dan…adegan berikutnya berjalan seperti
s l o w m o t i o n
motor yang awalnya condong kekiri karena menggunakan standart samping dan dikunci setir perlahan mulai oleng ke kanan
Wah.. nah lho…nah…duh…
BRUKK
Alamak! Motor yang terparkir manis itupun jatuh kesamping sampai menyentuh paving. Betul terguling! Terkejut Saya dan Dyah pun berpandangan, antara nyengir & kaget, antara tertawa & terperanjat.
Saya meloncat turun, dari boncengan Dyah. Menarik motor yang terguling dan mencoba membuatnya kembali berdiri dengan sempurna sambil diiringi derai tawa. Untung saja…fiuh benar untung saja tidak ada motor lain yang jaraknya berdekatan.
Coba bayangkan kalo ada, wah…jujur saya ngeri membayangkan efek dominonya. Motor yang terguling (sebut saja motor a) menimpa motor lainnya (sebut saja motor b), lalu motor b terguling menimpa motor disebelahnya juga (sebut saja motor c) dan demikian juga motor c yang menimpa motor d, motor d ke motor e, e ke f, g, h, i … dan seterusnya
Wuidihh….
Moral cerita: kalau anda ingin menggulingkan sepeda motor, sepertinya tempat parkir adalah pilihan menarik hahahahahahah
————-
Aniway lebih dari itu, jauh di lubuk hati saya, saya percaya tempat parkir –in one way or another- memang salah satu rahasia Tuhan, yang menyimpan pendar kehidupan tersendiri. Dari tempat sekelumit yang nampaknya remeh temeh ini, anda bisa bertegur sapa dengan rekan kantor anda, berinteraksi dengan kawan2 security, berbagi senyum dengan petugas pengelola parkir, bertukar canda singkat dengan sesama teman satu gedung perkantoran. Hal-hal sederhana yang bisa menyentuh hati manusia saya.
Bagaimana dengan anda?
Posted in my life | Tagged Parkir, Rahasia Tuhan | 1 Comment »